Thursday, 26 June 2008

Belajar Online

eLearning merupakan methode yang hangat dibicarakan, hingga memunculkan beragam asumsi tentang methode ini. Pada awal tujuan pembelajaran dengan eLearning (elektronic learning) adalah memberikan wahana bagi para partisipan (student) dalam mengakses materi belajar dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensinya.
Seiring perkembangan teknologi informasi, saat ini eLearning diartikan sebagai sebuah proses pembelajaran, dengan mengedepankan teknologi informasi sebagai media supporting, sehingga menghilangkan keterbatasan jarak dan waktu yang sering menjadi kendala dalam belajar.



Sebuah pembelajaran eLearning berdasarkan dialog pada confrensi Internasional di Bangkok tahun 2006 dengan judul "Learning vs e-Learning" dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa:
  • Metode eLearning tidak mengharamkan metode tatap muka (face to face) namun metode itu juga merupakan bagian dari proses dalam pencapaian kompetensi disebut dengan metode campuran (blendded).

  • Materi berbasis eLearning juga harus mengandung 3 aspek penting yaitu: Adaptif, Afektif dan psikomotorik

  • Teknologi eLearning secara proses sama dengan kelas konvensional perbedaanya hanya disisi penggunaan teknologi sebagai supporting dalam menghilangkan batasan waktu dan tempat

Pada prinsipnya pengembangan e-learning melibatkan beberapa aspek yaitu: (1) infrastruktur teknologi; (2) sumber daya; dan (3) lingkungan. Teknologi eLearning ini juga diharapkan memberikan wahana baru dalam dunia kependidikan karena dengan penggunaan teknologi baik jaringan dan multimedia diasumsikan dapat meningkatkan pemahaman para peserta didik dalam memahami sebuah materi ajar karena disampaikan lebih intraktif dibandingkan kelas konvensional.
Setiap entitas memiliki peran yang berbeda tetapi konvergen untuk menciptakan suatu sistem. Infrastruktur teknologi terdiri dari hardware dan software. Hardware meliputi ketersediaan komputer, jaringan intranet, dan koneksi Internet. Learning Management System (LMS) merupakan software utama untuk e-learning yang dirancang untuk menangani proses komunikasi antara pengajar dan peserta didik dalam proses pemelajaran. Untuk menangani infrastruktur teknologi ini diperlukan unit khusus (administrator) yang memberi layanan teknis untuk menangani sistem secara keseluruhan dan berkelanjutan.

No comments: